Ticker

6/recent/ticker-posts

Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H, Kadisdik Dorong Kesadaran Hidup Ekologis Sejak Dini

    Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto membuka Pesantren Ekologi Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam merawat dan melestarikan bumi melalui pendidikan berbasis nilai keimanan dan kepedulian lingkungan.

Kadisdik pun menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Pesantren Ekologi yang tidak hanya dimaknai sebagai program kegiatan, tetapi undangan untuk kembali menyadari bahwa bumi adalah rumah bersama dan amanah kemanusiaan yang harus dijaga secara kolektif.

"Provinsi Jawa Barat yang dianugerahi kekayaan alam berupa gunung, sungai, sawah, dan lautan, saat ini menghadapi berbagai tantangan krisis ekologi. Persoalan sampah, pencemaran sungai, berkurangnya ruang terbuka hijau, alih fungsi lahan hingga ancaman ketahanan pangan menjadi realitas yang harus disikapi bersama," tuturnya.

Kondisi ini, menurutnya, menuntut peran aktif seluruh ekosistem pendidikan untuk membangun kesadaran hidup ekologis sejak dini. "Pendidikan tidak cukup hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menumbuhkan kesadaran, empati, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai bagian dari peran manusia sebagai khalifah di muka bumi, yakni sebagai perawat, pelestari, dan pemakmur alam," ungkapnya.

Hadirkan Pendekatan Pembelajaran Pancaniti

Pesantren Ekologi, lanjut Kadisdik, menghadirkan pendekatan pembelajaran melalui tahapan Pancaniti, yaitu niti harti, niti surti, niti bukti, niti bakti hingga niti sajati. "Niti harti mengajarkan bahwa kepedulian harus berangkat dari hati; niti surti melatih kepekaan membaca tanda-tanda alam; niti bukti diwujudkan dalam aksi nyata; niti bakti membangun konsistensi, serta niti sajati menegaskan bahwa perubahan kecil yang ditanamkan akan bertransformasi menjadi karakter dan jati diri," paparnya.

Kadisdik menambahkan, menanam pohon bukan hanya menanam batang dan akar, tetapi menanam kesabaran, harapan, dan tanggung jawab bagi generasi mendatang. "Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah pesan bagi masa depan bahwa generasi ini memilih untuk merawat dan melestarikan, bukan merusak," tegasnya.

Sejalan dengan Visi Pembangunan Pendidikan Karakter Pancawaluya

Pendidikan ekologis ini, ungkapnya, sejalan dengan visi Pembangunan Pendidikan Karakter Pancawaluya di Jawa Barat, yaitu generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, singer. "Generasi yang diharapkan bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki hati yang peduli dan keberanian untuk bertindak," ucapnya.

"Melalui aksi-aksi ekologi seperti memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, menghemat air dan energi, membuat kompos, menanam dan merawat pohon, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah, Pesantren Ekologi diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dalam pembelajaran dan budaya sekolah," harapnya.

Kadisdik pun menegaskan, dalam pendidikan ekologis, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga harus menjadi teladan dalam perilaku ramah lingkungan. "Peserta didik juga tidak hanya diposisikan sebagai pelajar, melainkan generasi yang sedang disiapkan untuk menjadi pelestari dan pemakmur bumi," tegasnya.

Menurutnya, perubahan besar tidak harus selalu dimulai dari langkah besar, tetapi berawal dari kebiasaan dan aksi-aksi kecil yang dilakukan secara konsisten, tulus, dan dilandasi kesadaran kolektif. "Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat mendorong kesadaran hidup ekologis sebagai core value (nilai utama) dalam membangun pendidikan karakter," ujarnya.

Implementasi nilai tersebut, ungkapnya, diwujudkan melalui lingkungan sekolah yang bersih, tertata rapi, asri dan hijau, mandiri dalam pengelolaan sampah, serta memanfaatkan setiap jengkal lahan untuk ditanami pohon dan berbagai jenis tanaman pangan. "Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari spirit kebangkitan kedaulatan pangan, sekaligus pelestarian lingkungan yang dimulai dari satuan pendidikan," harapnya.

Kadisdik pun mengajak seluruh sekolah untuk melaksanakan aksi-aksi ekologi secara serentak dan berkelanjutan agar memberikan dampak nyata terhadap perbaikan kualitas lingkungan serta menjadi solusi konkret atas krisis ekologi yang terjadi secara global.

"Semoga, Pesantren Ekologi bisa menjadi ruang tumbuh karakter ekologis yang kuat yang mencerminkan praktik nilai-nilai keislaman dalam menjaga dan melestarikan bumi," pungkasnya.(h.dsdk.jbr)

Posting Komentar

0 Komentar