Ticker

6/recent/ticker-posts

Safari Ramadan, Farhan: SDM Bandung Harus Mendunia

    Dalam momentum Ramadan yang sarat nilai spiritual, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, satu pesan utama: sumber daya manusia (SDM) Bandung harus berani mendunia.

Hal itu diungkapkan Farhan saat Safari Ramadan ke-8 Pemerintah Kota Bandung di Masjid Agung Bandung, Kamis (26/2). Dalam sambutannya di hadapan jemaah, tokoh masyarakat, serta jajaran perangkat daerah, Farhan menyampaikan, Bandung bukan sekadar kota kreatif atau kota pendidikan, tetapi harus menjadi kota penghasil manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.

“Bandung ini tidak boleh hanya hebat di dalam kota. Anak-anak Bandung harus berani keluar, bersaing, dan membawa nama baik daerahnya di level dunia,” katanya.

Menurut Farhan, Safari Ramadan bukan hanya agenda seremonial, melainkan ruang konsolidasi spiritual dan sosial. Ramadan menjadi momentum memperkuat karakter, disiplin, serta integritas modal utama membangun SDM unggul.

Ia mengingatkan, keunggulan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan konsistensi dan kesabaran.

“Sabar itu bukan diam. Sabar itu bekerja terus-menerus, memperbaiki diri, meningkatkan kualitas, dan tidak pernah berhenti belajar,” ujarnya.

Farhan menilai, Bandung memiliki ekosistem pendidikan yang kuat, didukung perguruan tinggi dan komunitas kreatif yang produktif.

Namun tantangan ke depan adalah memastikan lulusan-lulusan terbaik tidak hanya terserap lokal, melainkan mampu menembus pasar global.

Ia mencontohkan, banyak putra-putri Bandung yang berkarya di luar negeri, menjadi akademisi, profesional, hingga kurator seni internasional, namun tetap berkontribusi bagi Indonesia.

“Inilah yang kita dorong. SDM Bandung boleh bekerja di Singapura, Jepang, Eropa, tapi tetap membawa identitas dan kontribusi untuk tanah air,” katanya.

Dalam Safari Ramadan tersebut, Farhan juga menyinggung pentingnya membangun memori kolektif kota, salah satunya melalui penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan karakter.

Ia mengajak generasi muda untuk berani menggantungkan cita-cita setinggi langit, mengutip pesan Bung Karno bahwa jika pun terjatuh, akan jatuh di antara bintang-bintang.

“Bandung harus melahirkan manusia-manusia unggul. Bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara moral dan spiritual,” tuturnya.

Pemkot Bandung, lanjut Farhan, akan terus memperbaiki sistem pelayanan, infrastruktur, serta kebijakan publik agar mendukung lahirnya SDM berdaya saing global. Mulai dari penataan kota, penguatan literasi digital, hingga pemberdayaan generasi muda.

Safari Ramadan ke-8 ini pun ditutup dengan doa bersama agar Bandung menjadi kota yang unggul, terbuka, maju, amanah, dan religius.

“Insyaallah, dengan kerja keras dan doa, SDM Bandung akan mendunia,” pungkasnya.(dskoinf.bdg)

Posting Komentar

0 Komentar