Ibadah Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan ritual, tetapi juga harus diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari, khususnya dalam menjaga dan mencintai lingkungan.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat saat pembukaan Pesantren Ekologi "Internalisasi Nilai Gapura Pancawaluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin" di Aula UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (24/2/2026).
“Takwa kepada Allah SWT bukan hanya diwujudkan melalui ibadah ritual seperti salat dan puasa, tetapi juga bagaimana kita menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan mencintai lingkungan sekitar,” ungkap Sekdisdik.
Ia menjelaskan, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki kesadaran lingkungan sejak dini. "Seperti, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, tidak menyisakan makanan, serta menjaga kebersihan fasilitas sekolah menjadi bagian dari pendidikan karakter berbasis iman," tuturnya.
Menurutnya, kebersihan merupakan cerminan dari keimanan. Hal-hal kecil seperti pengelolaan sampah dan kebersihan fasilitas sekolah menjadi indikator keberhasilan internalisasi nilai-nilai tersebut. “Kalau ingin melihat kualitas sebuah sekolah, lihatlah kebersihan lingkungannya, termasuk WC-nya,” tambahnya.
Ia pun menekankan, nilai-nilai tersebut harus terus diterapkan tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga berlanjut pada bulan-bulan berikutnya, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus Disdik Jabar, Ai Nurhasan menjelaskan, Pesantren Ekologi dilaksanakan sebagai respons atas meningkatnya bencana lingkungan yang salah satunya dipengaruhi oleh perilaku manusia.
Program Pesantren Ekologi, lanjutnya, dilaksanakan dalam tiga siklus mingguan. Siklus pertama mengangkat tema lingkungan, siklus kedua bertema hemat energi, dan siklus ketiga bertema penghijauan yang dirangkaikan dengan penutupan kegiatan.
"Kegiatan meliputi tadabur ayat-ayat Al-Qur’an terkait tanggung jawab terhadap lingkungan, diskusi bersama narasumber, serta aksi ekologi di lingkungan sekolah. Selain itu, peserta didik didorong melakukan kegiatan sosial dan pembiasaan positif selama Ramadan," tuturnya.
Ai pun menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara fleksibel sesuai kondisi sekolah, inklusif bagi seluruh peserta didik, serta tidak memberatkan pembiayaan orang tua.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang beriman, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan secara berkelanjutan," tutupnya.
Pembukaan Pesantren Ekologi ini diikuti oleh seluruh SMA, SMK, SLB di Jawa Barat secara virtual dan diisi aksi teatrikal siswa SMKN 10 Bandung yang sangat memukau.(h.dsdk.jbr)

0 Komentar