Genap satu tahun pelaksanaan Program Bandung Utama, Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Program ini dirancang selaras dengan visi Jabar Istimewa yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta mendukung arah kebijakan nasional melalui Asta Cita dari Pemerintah Pusat Republik Indonesia.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa satu tahun Bandung Utama menjadi momentum konsolidasi sekaligus percepatan realisasi program prioritas.
“Bandung Utama bukan sekadar slogan, tetapi gerakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Selama satu tahun ini, kami memastikan setiap program berdampak konkret,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diperluas tidak hanya bagi siswa sekolah, tetapi juga untuk ibu hamil dan menyusui. Distribusi dilakukan merata di seluruh wilayah kota guna meningkatkan kualitas gizi kelompok rentan.
Selain itu, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar resmi dimulai di SMP Negeri 5 Kota Bandung dan diresmikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
Program ini menjadi langkah preventif untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan siswa sekaligus memperkuat layanan promotif dan preventif.
Kedua program tersebut sejalan dengan misi peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam Asta Cita serta penguatan pelayanan publik dalam Jabar Istimewa.
Dalam mendukung ekonomi berbasis masyarakat, sebanyak 151 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Bandung diluncurkan sebagai bagian dari gerakan nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto, di Kabupaten Klaten.
Koperasi ini dirancang untuk memperkuat usaha kecil di tingkat kelurahan melalui sistem simpanan wajib dan sukarela yang berkelanjutan. Pemerintah Kota Bandung menilai koperasi menjadi instrumen strategis dalam memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tengah dinamika global.
Selama satu tahun, sektor perumahan juga menjadi prioritas. Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) berhasil menuntaskan 1.785 unit hingga 1 Desember 2025 atau 100 persen dari target anggaran tahun berjalan.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan CSR berbagai pihak, total sekitar 2.100 unit rumah telah diperbaiki sepanjang tahun ini, dengan bantuan Rp25 juta per unit.
Program ini tersebar di 25 kecamatan dan menjadi bagian dari strategi penurunan kawasan kumuh serta peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, termasuk menekan prevalensi tuberkulosis (TBC).
Ke depan, Pemkot menargetkan penanganan 9.000 unit Rutilahu dan 280 hektare kawasan kumuh hingga 2029.
Satu tahun Bandung Utama menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat menjadi kunci percepatan pembangunan. Integrasi kebijakan kesehatan, ekonomi, dan permukiman membuktikan bahwa arah pembangunan daerah berjalan selaras dengan agenda nasional.
Dengan fondasi yang telah dibangun selama satu tahun, Pemerintah Kota Bandung optimistis Bandung Utama akan terus berkembang sebagai model pembangunan kota yang adaptif, responsif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.(dskoinf.bdg)

0 Komentar