Dinas Pendidikan menggelar Apresiasi Peningkatan Nilai Rapor Pendidikan bagi SD dan SMP Negeri sekaligus Rapat Koordinasi Perencanaan Berbasis Data, yang berlangsung di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung, Jumat, 29 Agustus 2025.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengapresiasi kepada 60 sekolah SD dan SMP Negeri yang berhasil meningkatkan capaian rapor pendidikan pada tahun ini.
“Capaian ini adalah buah dari kerja keras semua aktor pendidikan, terutama guru mata pelajaran, guru kelas, dan kepala sekolah yang mengorkestrasi pembelajaran,” ujar Erwin.
Menurutnya, rapor pendidikan sejatinya merupakan ukuran keberhasilan guru dalam mentransfer ilmu kepada murid, sekaligus potret kualitas pembelajaran di sekolah. Karena itu, Erwin berpesan agar pengisian rapor dilakukan dengan jujur, objektif, dan bebas kepentingan.
“Manipulasi nilai bukan hanya menyalahi prinsip akhlak, tetapi juga menjauhkan kita dari tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Selain capaian akademik, Erwin juga mengingatkan pentingnya pengembangan kompetensi, seperti kolaborasi, empati, kreativitas, berpikir kritis, dan ketangguhan.
Nilai-nilai kearifan lokal seperti silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wangi menurutnya harus diinternalisasikan agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang utuh.
Ia pun memberi motivasi kepada para kepala sekolah dan guru agar meniatkan jabatan serta pengabdiannya sebagai ibadah.
“Tidak semua bisa menjadi guru, tidak semua bisa menjadi kepala sekolah. Ini adalah pilihan Allah. Niatkan sebagai ibadah, insyaallah hidupnya penuh keberkahan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron menjelaskan, apresiasi tahun ini diberikan kepada 60 sekolah pada jenjang SD dan SMP yang berhasil meraih peningkatan nilai tertinggi dalam 10 kategori penilaian.
Kategori tersebut meliputi peningkatan literasi, pendidikan karakter, kualitas pembelajaran, iklim keamanan, kebhinekaan, dan inklusivitas, pemanfaatan sumber daya sekolah, tata kelola keuangan dan pengelolaan anggaran, dan Hingga penerapan program dan kebijakan satuan pendidikan.
Menurut Asep, apresiasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk pengakuan atas kerja keras sekolah dalam menjadikan rapor pendidikan sebagai instrumen perencanaan.
“Rapor pendidikan bukan sekadar angka, tetapi potret nyata pendidikan kita. Karena itu, setiap kebijakan dan program pendidikan, baik di tingkat dinas maupun sekolah, harus berbasis pada data yang valid dan akurat,” ungkapnya.
Asep menambahkan, saat ini capaian standar pelayanan minimal (SPM) Kota Bandung berada pada angka 81,34 dengan status tuntas madya.
Pada jenjang PAUD, peningkatan terlihat dari jumlah guru berpendidikan S1, sementara pada jenjang SD dan SMP capaian tertinggi berada pada peningkatan nilai numerasi.
Ia juga menyinggung soal anggaran pendidikan. Dari total belanja pendidikan Kota Bandung, 64,64% atau Rp1,2 triliun digunakan untuk belanja pegawai, sementara 18,8% atau Rp395,55 miliar dialokasikan untuk BOS.
“Setiap rupiah harus diarahkan pada prioritas yang tepat, transparan, dan akuntabel. Jika perencanaan salah, yang dirugikan bukan hanya sekolah, tetapi peserta didik itu sendiri,” jelas Asep.
Asep berharap agar sekolah-sekolah penerima apresiasi dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya dalam membangun budaya kerja berbasis data.
Dengan kolaborasi lintas pihak pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat mutu pendidikan di Kota Bandung diharapkan semakin merata, inklusif, dan berdaya saing.
“Apresiasi hari ini bukanlah akhir, melainkan pemicu semangat agar semua sekolah semakin serius bekerja berbasis data demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.(dskoinf.bdg)
0 Komentar