Ticker

6/recent/ticker-posts

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Tinjau Langsung MPLS di Sejumlah Sekolah

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Senin, 13 Juli 2026 di sejumlah titik seperti SDN 047 Balonggede, SMPN 3, SMPN 10, dan SMPN 43. Beliau menegaskan MPLS murni untuk pengenalan sekolah dan melarang keras praktik perpeloncoan atau kekerasan

Menurut Farhan, MPLS selama lima hari harus difokuskan sebagai kegiatan orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru.

"Perpeloncoan tidak boleh, sama sekali tidak boleh. MPLS hanya untuk pengenalan sekolah," tegasnya saat meninjau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah di Kota Bandung.

Ia menjelaskan, tahun ajaran baru kali ini diikuti sekitar 22 ribu siswa baru SD Negeri dan sekitar 19 ribu siswa baru SMP Negeri.

Sedangkan sekitar 10 ribu siswa lainnya diterima di sekolah swasta sehingga total peserta didik baru mencapai sekitar 51.000 - 52.000 anak.

Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya pencegahan bullying sejak dini, salah satunya melalui peningkatan kapasitas guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) yang telah mendapatkan pelatihan dari para psikolog.

Pelatihan tersebut akan dievaluasi efektivitasnya selama satu semester untuk melihat dampaknya terhadap penanganan kasus kekerasan dan perundungan di sekolah.

"Salah satu yang kita cegah adalah berkembangnya budaya kekerasan atau budaya bullying di kalangan anak-anak sekolah. Ini harus dicegah sejak awal," katanya.

Selain itu, Pemkot Bandung akan melanjutkan Program Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa kelas IX dengan pendekatan bela negara yang melibatkan instruktur dari TNI dan Polri setiap hari Jumat.

Program tersebut telah dimulai sejak tahun 2025 dan menyasar remaja yang dinilai berada pada fase pencarian jati diri sehingga membutuhkan pendampingan karakter yang lebih kuat.

Farhan juga menyebut pendidikan karakter akan dipadukan dengan pendekatan psikologi modern.

Pemerintah akan mengevaluasi keberadaan psikolog klinis di 12 puskesmas untuk memperkuat layanan kesehatan mental bagi pelajar.

Menurutnya, hasil pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan adanya kecenderungan meningkatnya persoalan kesehatan mental pada anak-anak, mulai dari stres ringan hingga depresi.

Selain itu, ditemukan pula risiko peningkatan konsumsi gula, lemak, dan karbohidrat yang berpotensi memicu diabetes di masa depan.

Karena itu, Pemkot Bandung tengah mengkaji penambahan frekuensi pelajaran olahraga menjadi tiga kali dalam seminggu guna mendorong anak lebih aktif bergerak dan membangun pola hidup sehat sejak usia sekolah.***

Posting Komentar

0 Komentar